Starry Sun

Senin, 13 Agustus 2012

mencintaimu

mencintai adalah sebuah pilihan. antara menyakitkan dan menikmati.
tapi aku? aku memilih mencintaimu.
aku memilih untuk menikmati sakitnya mencintaimu.
Aku, kamu. Bukan sebuah novel yang isinya bisa kita tentukan. Aku, kamu. Sebuah kisah yang bahkan tidak tau arahnya kemana, punya akhir atau tidak
Aku, kamu. Bukan sebuah dongeng yang berakhir bahagia selamanya. Aku, kamu. Penuh dengan emosi
Aku, kamu, tapi bukan kita. Mungkin suatu saat akan menjadi 'kita' atau suatu saat bukan 'kita' lagi

mencintaimu, menyakitkan. seperti yang pernah aku ucapkan padamu. sedikit demi sedikit, goresan demi goresan muncul tercakar di palung perasaan.  ntahlah aku tak mengerti mengapa itu terjadi. hebatnya, aku tak tahu alasan apa sebenarnya yang sanggup bertanggung jawab.
ada banyak cara tuk membencimu, tapi semua sirna hanya dengan cinta. sangat tidak adil bukan? mencintaimu seperti menangkap bayangan, sia-sia. tak akan bisa nyata
menyakitkan, aku tahu. mengapa mencintaimu sangat menyakitkan? apakah ini cinta satu arah? dimana letak kenikmatan dari pengorbanan?

mencintaimu, selalu berkait erat dengan pesakitan. mengingatmu saja sudah menancapkan sembilu di hati, apalagi aku harus melihatmu dengan segala ketidakberdayaan ini.  aah makin saja aku ingin menepis bayanganmu.
kita tidak bisa bersatu, bersatu hanya akan membuat pecahan-pecahan kenangan makin menancap saja.aku juga sebenarnya tidak tahu apa yang harus terjadi. bahkan aku tidak tahu mengapa sekarang harus terjadi. aku tersesat, melipir kebingungan. kemana arah yang harus aku tempuh untuk mencapai tujuan dari semua ini. harus lanjut atau berhenti sampai disini?

apalagi mengingat aku harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan. inginnya aku merubah takdir. merobek segala pembatas. gemericik air yang menetes dari wajah, tak sanggup membendung semua perasaan yang harus keluar. bisa apa aku? sepertinya sangat sulit mencintaimu. tidak seperti kisah-kisah merah muda bertabur bunga milik insan lain. kadang kala, bila saatnya tepat, aku dapat merasakan urat-urat peerasaan yang seperti akan meletup, kemudian mati. aku hanya bisa menikmati sakitnya mencintaimu. sepertinya aku memilih untuk tetap mencari dimana kenikmatan dari rasa sakitnya mencintai.

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang di masalalu, puisi tentang meninggalkan orang

8 komentar:

  1. hmmm.... ini puisi atau apa? hehehe bagus,

    BalasHapus
  2. iya ini puisi atau cerita ? tapi keren hehehe

    BalasHapus
  3. dibilang puisi juga bukan. dibilang cerita juga bukan juga. ini tulisan aja hehe

    BalasHapus
  4. .

    (wait) gue cuma koment ini doang, kenapa kudu ada capcay ?

    *pencobaan ke 4 kalau gak mau gue pulang*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hah? aku gak ngerti maksud komen lu ram -,-

      Hapus
  5. seperti ada kepuasan menumpahkan semua lewat tulisan ini...keep writing, be strong

    BalasHapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)