Starry Sun

Selasa, 06 Oktober 2015

Hati Hari Ini



Hari ini, ku tilik ke dalam diri
Ada sebongkah hati yang telah lama tak ku mengerti
Ia berserakan, bekas dirobek tangan-tangan masa lalu
Ia dicaci sedemikian tak manusiawi
Hingga compang-camping

Istirahatlah, wahai puan
Tak hentinya bermuram durja
Tak henti-hentinya bersekarat ria
Puan yang baik hatinya, yang sekarat hatinya

Hari ini ku tilik ke dalam diri
Ada sebongkah hati yang telah lama tak ku pahami
Lantas telah membaik dari sejak beberapa abad lalu
Hanya saja lukanya, hanya saja darahnya
Membekas tak lekas pulih

Istirahatlah, wahai puan
Sebab hati tak butuh obat ampuh paling ampuh
Tak butuh tangis paling merana pula
Sebab hati hanya butuh waktu
Sebagai penawar hati yang membiru dan memburu

Aku percaya puan
Bahwasanya hati mengemas haru paling biru
Pula menyimpan kemilau paling silau

----------***----------
Tema: Hari ini
Untuk buku Malam Puisi Palembang

Sabtu, 19 September 2015

Perihal Hati

Setiap orang menginginkan hatinya dijaga. 
Tetapi sebagian orang lupa setiap orang pula punya hati.

Selasa, 15 September 2015

September kelabu lagi

Bukankah Septemberku selalu kelabu?
They broke me so hard, to saved her heart. But they forget, i have a heart too.

Sabtu, 05 September 2015

Lekat-lekat kebersamaan

Jari-jari kita bertautan, menjelma rajut-rajut keeratan
Bagai hirupan nafas, hembusannya direkam jenuh di otak
Denyut kita pula menyatu, melebur menjadi degup-degup
Peluk erat tak peluh-peluh dicengkeram

Kita riuh , campur dalam kembang api
Tak saling meninggi, berkejaran, bahkan mendahului
Kita pekat, bagai hitam dalam kopi
Rangkul merangkul, bahu membahu, tak berserakan.
Kita menderu bak busur panah
Satu dituju, melesat dalam alur, menancap tanpa ragu

Kata orang kita tak sama
Seperti tangga nada, naik turun tak karu-karuan
Kata orang watak kita berbeda
Seperti hitam dan putih, langit dan bumi
Namun pula dikata-kata orang, kita bak larutan
Mengikat sangat lekat
Sesiapapun tak sanggup lelehkan semangat dalam aliran darah ini

Bila waktu menumpulkan ingatan
Bila waktu, mengikis kepercayaan
Bilamana waktu pula, mengkristalkan nyala obor semerdu padu kebersamaan

Kamis, 03 September 2015

Ini sudah sangat lama

Ini sudah sangat lama, dari semenjak terakhir kita berubah menjadi aku dan kamu. Mungkin sudah bertahun-tahun, puluhan bulan, ratusan minggu dan ribuan hari yang sudah terlewati tanpa ada aku di sampingmu dan tanpa ada kamu di sampingmu.

Sabtu, 29 Agustus 2015

ku temui, kau berubah

aku cari kamu
ku temui, kau ti a da
.................
aku cari kamu
ku temui, kau be ru bah

payung teduh - ku cari kamu

---***---

Aku mencarimu, hingga sudut-sudut kota yang tidak pernah terjamah.
Aku mencarimu, hingga gelap paling gelap ku telusuri meraba-raba.
Aku mencarimu, hingga kaki ini bernanah menempuh jarak tak masuk akal.
Aku menguncang-guncang ragamu meneriakkan "Dimana gerangan keberadaanmu yang dulu?"

Kamis, 06 Agustus 2015

Segalaku Telah Melupakan Segalamu

Ini adalah sequel terakhir dari cerita bersambung. Yuk baca sebelumnya disini bertahun-tahun setelah kepergianmu atau baca dari awal disini satu tahun setelah kepergianmu

----------***----------

Tuan, ini akan menjadi surat terakhir untukmu. Aku berjanji.
Bahkan aku tidak peduli bagaimana kabarmu hari ini. Apakah sudah makan atau belum, apakah masih di perusahaan lama tempat kamu bekerja, atau apakah kamu sudah memiliki pendamping sekarang? Demi tuhan, aku sudah tidak peduli lagi.

Mengapa aku masih mengirimu surat padahal aku sudah tidak peduli lagi? Ya, aku hanya ingin menyampaikan bahwa betapa bahagianya hidupku sekarang. Tanpamu. Setelah bertahun-tahun tanpamu.