Starry Sun

Kamis, 30 Juli 2015

Bertahun-tahun Setelah Kepergianmu

Ini adalah cerita bersambungloh. Yuk baca sebelumnya disini dua setengah tahun setelah kepergianmu

---------***----------

Ini sudah bertahun-tahun semenjak kepergianmu. Entah sudah berapa lama aku tlah melewatkan waktu tanpamu. entah sudah berapa ribu momen yang ku lewatkan tidak bersamamu. Entahlah. Aku pun tak pernah tahu lagi kapan terakhir aku mengingatmu. Oh ya, sekarang aku sedang mengingatmu.
Ok, biarkan aku sedikit memutar kaset waktu yang telah ku lewatkan tanpamu. Mungkin aku bisa sedikit ceritakan apa saja yang terjadi selama kamu tak ada.


Aku tak akan pernah lupa pernah bertemu dengan lelaki sok tampan sepertimu yang mempunyai banyak sekali teman ngobrol di beberapa akun chat milikmu. Juga mata yang tak pernah mantap pada sosokku ketika sedang menyusuri jalan bersama. Pula karisma yang sengaja dibuat-buat dan ditebar-tebar demi menarik banyak perhatian perempuan-perempuan.

Bahkan aku tak melupakan bagaimana kamu lebih memilih pergi bersama perempuan lain yang kau bilang hanya teman kantor, daripada menemaniku mencari sesuatu yang bahkan sekarang aku melupakan detail barangnya. Hanya saja yang tak pernah ku lupakan adalah kamu menolak permintaanku dengan alasan letih untuk kemudian dipergoki oleh temanku sedang menghabiskan waktu bersama perempuan di sebuah coffee shop. Dan dengan sangkalanku sendiri, kamu sedang meeting. Agar membuat hatiku tak tercabik-cabik.

Setelah kamu pergi pun aku pula tak pernah lupa. Kamu selalu menjadi bayang-bayang yang harus mengikutiku kemanapun aku pergi. Bahkan sedang memasak pun aku terpikir makan apa kamu hari ini. Sampai-sampai rasanya aku tidak ingin terbangun agar tidak memikirkanmu hari itu. Seperti dihantui oleh kesalahan, padahal aku adalah seorang korban.

Lantas sejak kamu meninggalkanku, ada banyak puisi-puisi yang ku ciptakan untukmu. Bahkan surat-surat yang tak pernah ku kirimkan lantas ku simpan saja keberadaannya. Tersembunyi. Hingga aku lupa kapan terakhir kali aku menulis surat untukmu. Terakhir ku coba mengingat, tulisan itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Bahwa surat itu berisikan bagaimana sulitnya hidup tanpa kehadiranmu. Bahwa aku sangat merindukan keberadaanmu. Dan bahwa aku tanpamu adalah sebuah kehancuran. Jelas itu dilebih-lebihkan.

Karena apakah kamu tahu? Setelah waktu telah mengobati segala rasa sakit dari luka-luka itu. Adalah kita, sebuah kesalahan dunia mempertemukan dua insan. Adalah kamu, kesalahanku yang menerima masuki kehidupanku. Dan adalah patah hati, kesalahan cinta yang menempatkanmu bersanding denganku. Adalah aku, yang bodoh mencintaimu.

Telah pun ku sadari. Banyak lelaki yang ku tolak cintanya selama beberapa tahun setelah kepergianmu. Dengan alasan mungkin kita dapat kembali karena aku percaya bahwa merpati terbaik selalu tahu jalan pulang. Tapi aku yang bodoh ini lupa menyadari bahwa kamu bukanlah seekor merpati. Untung saja ada seorang lelaki yang masih setia menunggu aku sadar bahwa kamu adalah sebuah masalalu yang sangat kelam. Dan aku sadar bahwa sedihku tidak sepatutnya berlarut hingga sekian lama. Dan untung saja lelaki itu sangat setia memberikan aku pengertian bahwa aku hanya terjebak dalam mimpi buruk yang ku buat sendiri.

Kamu mengerti sekarang? Bahwa aku sudah menemukan pengganti dirimu.

Kata kunci : sajak bersambung, cerita bersambung, kehilangan seseorang bertahun-tahun, cerita patah hati, puisi patah hati, cerita tentang kehilangan, susah move on.

10 komentar:

  1. ah, kadang kita memang suka menyakiti diri sendiri hehe

    BalasHapus
  2. suka sama tulisannya, ringan dibaca. tapi masalah yang dianggat menurutku masih klise sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gitu ya? Nanti ke depan akan dicari cerita yg lain :D

      Hapus
  3. melupakan memang jalan panjang; menemukan orang lain yang tidak boleh mantan.
    haha okehlah salam kenal ya kakak, semoga nyaman dengan yang baru ya :)

    BalasHapus
  4. Bagus tulisannya, seperti mewakili perasaan yang sesungguhnya.. Dan nyatanya memang banyak "korban" seperti di tulisan ini yang susah move on (atau memang gak mau move on karena terlalu menikmati sakit hatinya?).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlalu berlarut-larut mungkin :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)