Starry Sun

Kamis, 06 Agustus 2015

Segalaku Telah Melupakan Segalamu

Ini adalah sequel terakhir dari cerita bersambung. Yuk baca sebelumnya disini bertahun-tahun setelah kepergianmu atau baca dari awal disini satu tahun setelah kepergianmu

----------***----------

Tuan, ini akan menjadi surat terakhir untukmu. Aku berjanji.
Bahkan aku tidak peduli bagaimana kabarmu hari ini. Apakah sudah makan atau belum, apakah masih di perusahaan lama tempat kamu bekerja, atau apakah kamu sudah memiliki pendamping sekarang? Demi tuhan, aku sudah tidak peduli lagi.

Mengapa aku masih mengirimu surat padahal aku sudah tidak peduli lagi? Ya, aku hanya ingin menyampaikan bahwa betapa bahagianya hidupku sekarang. Tanpamu. Setelah bertahun-tahun tanpamu.

Pada surat sebelumnya aku menceritakan bahwa telah menemukan penggantimu kan? Ya, benar saja. Dia adalah lelaki yang tepat untuk mendapatkan cinta yang murni dari seorang wanita baik-baik dan penuh cinta sepertiku. Dia adalah lelaki yang tepat untuk memiliki kisah cinta bersama wanita penuh rasa kasih sayang sepertiku. Kamu, bukan orang layak bersanding denganku. Ku tegaskan itu sekarang.

Betapa bodohnya aku telah menangisimu bertahun-tahun hingga mata ini kering dan bengkak. Hanya untuk seorang laki-laki yang penuh dengan bual dan sesuatu yang dapat ditertawakan darinya. Betapa bodohnya aku menangisi laki-laki yang tidak pernah serius dengan cinta dan ucapannya. Dan betapa bodohnya aku menaruh hati terlalu dalam segala janji yang pernah diucapkan oleh laki-laki bodoh sepertimu. Tuan pembual yang bodoh.

Karena sekarang aku telah sadar setelah menemukan duniaku. Seorang laki-laki yang akan menjadi semesta bagiku. Seorang yang bertanggungjawab, penuh cinta dan kasih sayang, penyabar dan beribu sifat baik lainnya yang bertolak belakang denganmu. Sayangnya aku baru menyadarinya setelah bertahun-tahun jatuh dalam kotak nerakamu. Untungnya laki-laki ini sabar mengajakku keluar dari lingkaran setan yang menjerat.

Tuan, dalam surat ini ku kirimkan bersama jutaan rasa benci terhadapmu. Pula bersama tertawaan menang dariku yang mengejek dan merendahkanmu. Sekaligus pamer betapa hebatnya duniaku yang baru, yang lebih menarik darimu tentunya.

Tuan. Bersama ini pula ku katakan padamu, bahwa aku tlah meninggalkanmu jauh di belakang. Untuk menyongsong hari penuh matahari terbit di depan bersama laki-laki yang telah mengajakku untuk menikah. Bukan hanya sekedar janji palsu sepertimu, ia telah melingkarkan cincin tanda satu di jari manis kiriku. Pula ku ucapkan terima kasih untuk cerita drama luka yang tercipta pasca mengenalmu. Karena itu adalah sumber mengapa aku bertemu dengan lelaki berhati malaikat ini.


Dari aku masalalumu,
yang telah mendapatkan masa depan.

 ----------***----------

Kata kunci : sajak bersambung, cerita bersambung, kehilangan seseorang bertahun-tahun, cerita patah hati, puisi patah hati, cerita tentang kehilangan, susah move on.

14 komentar:

  1. ah ikut gembira mendengarnya, akhirnya mendapatkan masa depan juga :))

    BalasHapus
  2. sehabis galo berkepanjangan terbitlah kebahagiaan yang kekal:))

    BalasHapus
  3. ehmm... jadi inget seseorang yang dalam puisi-puisiku kusebut dengan 'segalamu'. btw, congrats sudah move on mbak :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. aku jatuh cinta sama kata-kata terakhirnya
    masa lalumu yang telah mendapatkan masa depan


    duh ini komen atasku gak ngenakkin :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe supaya ngena di hati pembaca hihi

      Iya udah gue apus spam banget :(

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)