Starry Sun

Selasa, 17 November 2015

Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?

Aku tidak bisa.
Aku tidak bisa melupakanmu barang seharipun, sejampun, semenitpun, bahkan sedetikpun. Aku bahkan telah melupakan apa alasan kita berperang ego. Menggugurkan ratusan janji dan komitmen yang tlah kita rangkai sendiri. Serta melucuti ribuan kenangan yang tlah kita rajut sepanjang kisah. Aku pun lupa bagaimana caranya kita melupakan itu semua.

Aku tidak peduli.
Aku tidak peduli seberapa banyak airmata yang telah menetes. Entah itu puluhan, ratusan, bahkan ribuan tetes. Aku tidak pernah punya waktu untuk menghitungnya. Kamu tahu? Waktuku tlah habis untuk menangisimu. Menggerutui betapa bodohnya aku dengan teguh memegang ego takut kalah dalam peperangan. Padahal denganmu, perang denganmu.

Aku tidak mengerti.
Aku tidak mengerti mengapa bisa aku mengucapkan untuk meninggalkanmu. Bahkan berkali-kali hingga rasanya tenggorokan ini ingin putus, hingga rasanya kupingku sendiri akan meledak, hingga rasanya kepala ini mengepul-ngepul. Entah munculnya dari mana kekuatan itu menguasaiku. Hingga hilang kendali saja tubuh ini dibuatnya.

Aku tidak memahami.
Aku tidak memahami apa yang sedang terjadi sekarang. Aku. Kamu. Kita. Pecah. Terberai-berai. Berantakan. Sampai-sampai aku ingin marah saja pada keadaan ini. Aku pula tidak memahami perasaan yang bergejolak ingin meledak-ledak di dalam dada. Ini tidak adil, tidak akan pernah adil bagiku. Sampai sini, aku tidak pernah memahami apa yang telah kita lakukan pada hubungan ini.

Aku tidak menyadari.
Aku tidak menyadari bahwa keputusan bodoh kita ini menyebabkan lebam di sana sini, mengeringkan cadangan air mata kita masing-masing, mematahkan hati yang sudah tau sedang cinta-cintanya, meremukkan cinta yang sudah kita bangun dengan susah payah. Ternyata kita berdua bodoh, dengan relanya diselimuti emosi.

Aku mencintaimu
Aku mencintaimu dengan segala apapun yang ada di hidupmu. Bahwa kamu adalah lelaki terbaik yang ku temui sejauh ini. Bahwa aku tidak akan pernah rela kehilanganmu dan kebiasaan-kebiasaan kita. Kembali... Karena aku tidak akan pernah siap untuk ditinggalkan dan meninggalkanmu.


Dari seorang perempuan yang bodoh..

7 komentar:

  1. terkadang, perasaan lebih dari sekedar mampu untuk mengalahkan logika :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, perasaan memang selalu menang :)

      Hapus
  2. kalo ikhlas bakal ada ganti yg lbh baik.....

    BalasHapus
  3. Waktu akan menyembuhkan segala rasa sakit...dan suatu hari, kamu akan bisa mengenang dia dengan senyuman...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semua itu cuma tentang waktu :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)