Starry Sun

Jumat, 30 Oktober 2015

Kapan Kita Bisa Memulainya

Kau buru aku dengan macam rupa persoalan
Apa, bagaimana, kapan, seperti apa
Buih-buih busa bermunculan dari mulut
Letih menjawab

Tidakkah kamu lupa?
Perihal waktu yang tak bisa dipermainkan
Perihal waktu yang tak bisa diterka
Perihal waktu yang tak bisa kau miliki

Bahkan angka-angka pada layar komputermu
Tak serta merta dapat menaksir
Bagaimana laluannya masa depan
Lagi-lagi kau desak aku
Apa, bagaimana, kapan, seperti apa

Bukankah jalannya jam terus ke arah kanan
Maka tinggal lalui
Resapi
Pahami
Dalami
Hingga kita bisa mulai lembar yang baru
Dan mulutmu bungkam
Tak mempertanyakan lagi perkara itu

----------***----------
Tema: Masa depan
Untuk buku Malam Puisi Palembang

6 komentar:

  1. masa depan: antara impian, harapan dan kenyataan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. maunya sih impian sama kenyataan itu sama :)

      Hapus
  2. Bagaimana laluannya masa depan
    Lagi-lagi kau desak aku

    makin aja bagus mbak diksinya, oh iya, aku ngefans lho sama mbak - mbak yang ada dimalam puisi, tapi lupa namanya, kemaren dia nampil pas anniv malam puisi.. wulan apa ya kalo ga salah, salamin mbak ya, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you :)) btw nggak ada yang namanya wulan di malpus -_- salah nama kaliiiii

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)