Starry Sun

Jumat, 20 Juni 2014

pahit dalam manis (4)

 ps : ini adalah cerita bersambung yang dibuat dalam 4 post. biar lebih asik bacanya, yok baca sebelumnya di
pahit dalam manis 1 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-1.html
pahit dalam manis 2 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-2.html
pahit dalam manis 3 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-3.html
selamat membaca :)

Dia pergi masih dalam keadaan mencintaiku. Pun denganku, aku mampu membawakan bulan dengan cintaku yang amat besar padanya. Dia pergi setelah membawakan camilan kesukaanku, setelah kami bercengkerama memberitahu bahwa betapa jantung ini tidak berhenti berdetak sangat kencang pra acara sakral yang akan kami temui 3 hari lagi. Padahal aku sudah melarangnya singgah ke ruang tamuku, namun ia bicara perihal rindu yang tak terbendung. Jadilah kami meradu rindu untuk sesaat hanya untuk sekedar melumat lelucon dan tawa masing-masing.
Masih bahagia. Sebelum akhirnya motor yang dikendarainya saat pulang dari rumahku dilindas oleh truk tronton yang supirnya sedang mengantuk malam itu. Aku tidak ingat apalagi yang terjadi setelahnya. Karena setelah aku mengangkat telpon yang penuh isak tangis itu, dunia gelap dan aku luruh ke lantai.

aku terbangun dalam keadaan bermandikan keringat dingin di sebuah ruangan yang ku ingat adalah kamarnya yang harum khas parfum kesukaannya. ditemani ibuku yang mengusap-usapkan minyak angin ke seluruh kulit dinginku sambil memeluk-meluk erat tubuhku. aku tidak tahu bagaimana bisa aku sampai di ruangan itu, namun yang aku tahu sebuah kenyataan bahwa isak tangis yang ku dengar tadi adalah nyata.

dengan berhamburan aku melangkahkan kakiku dalam langkah yang besar-besar keluar mencari kenyataan. dengan dibalut kain bercorak coklat, terbujur kaku laki-laki yang akan menepati janjinya meminangku 3 hari ke depan. kuku-kuku dan tangannya yang sudah berwarna merah saat itu pucat tanpa darah. pukul 4 pagi hari saat itu, 8 jam setelah kecelakaan maut yang merengggut segenap masa depanku. aku runtuh di hadapannya. limbung dan hampir tak sadarkan diri lagi. namun aku berkuat untuk terjaga. karena tak ingin aku menghabiskan sisa-sisa waktuku dapat melihatnya ku habiskan dalam gelapnya pingsan. ku peluk calon imamku hingga tak ada yang dapat melepaskan kami.

demi tuhan, aku tidak sanggup melihat liang lahat itu menelannya. mengikhlaskannya. menghantar kepergiannya untuk selamanya. menaburkan bunga tujuh rupa di atas tanah terakhir yang ditumpuk di atas jasadnya. menyirami dan memeluk nisan yang menancap atas namanya. melangkahkan kaki dari peristirahatan terakhir yang menjadi rumah baru baginya. demi tuhan aku tidak sanggup.

kamu tahu? aku setiap hari bertamu ke rumah barunya. menggantikan bunga yang ditebar disana selama 3 hari sekali dan memanjatkan doa dan bicara perihal rindu sendiri. dan pada hari sakral yang seharusnya diselenggarakan dengan penuh suka cita dan dambaan setiap wanita, aku memeluk tanah dan nisannya sepanjang hari. tanpa makan dan minum. tanpa ada yang mampu membuat aku bangkit dan berdiri meninggalkannya. tanpa ada yang berani memaksaku pergi dari sana. aku hanya menginginkan ijab qobul itu terjadi hari itu. mengapa sulit sekali terjadi?
sekarang, kamu sudah tahu mengapa aku melakukan ini padamu. membiarkan kamu masuk sebagai dia. mengajakmu mengitari dunia sebagai dia. dan menganggap kamu sebagai dia. maaf untuk kelancanganku mengobati rindu akan sosoknya dengan sosokmu. aku hanya belum bisa menggantikan sosok calon imamku yang direnggut secara paksa.

aku tidak ingin membuat kamu pun ikut terluka. perihal kenangan-kenangan manis yang sudah tercipta di antara kita, anggap saja itu adalah sebuah kesalahan indah yang kita kerjakan. aku tidak ingin membuat kesalahan-kesalahan baru atas kesalahanku menganggapmu sebagai dirinya. untuk yang terakhir kalinya, maaf karena aku tidak mencintaimu sebagai dirimu dan terimakasih karena sudah menghilangkan badai maha dahsyat yang menaungiku.

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang

12 komentar:

  1. maaf, bukannya lebih keliatan rapi kalo pake hyperlink untuk merujuk ke postingan-postingan sebelumnya? i left my footprint here, and keep walking.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu udah aku pakein hyperlink sebenernya cuma gak aku ganti judul dari hyperlink nya hehe lain kali nanti diganti. terimakasih sarannya :)

      Hapus
  2. Lady.. Lady.. Lady..
    Aku uda baca semua postingannya,
    Dan berhasil banget nyiptain anak sungai musi di mataku.. Haha..

    Keren :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you put, aku juga nulisnya sambil berlinang walaupun fiksi :')

      Hapus
  3. asli keren yuk postingan dari chapter1-4 yg ini...
    mau nanya ini dari kisah nyata atau fitif belaka aja ??

    BalasHapus
  4. Sedih banget ceritanya, mata jadi berkaca-kaca.

    BalasHapus
  5. Sedih banget ceritanya, mata jadi berkaca-kaca.

    BalasHapus
  6. Sedih banget ceritanya, mata jadi berkaca-kaca.

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Wah jauh ni dr sulawesi. Makasih yaaa

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)