Starry Sun

Sabtu, 14 Juni 2014

Pahit dalam manis (2)

ps : ini adalah cerita bersambung yang dibuat dalam 4 posting. biar lebih asik yok baca posting sebelumnya di pahit dalam manis 1 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-1.html
selamat membaca :)

Ya, kamu datang membawa pengharapan. Membenamkan aku dalam cinta yang segar. Aku kembali menghirup dunia dan menggenggam harapan. Bersamamu kamu genggam erat tangan ini tanpa hendak longgar sedikitpun. Aku terpanah, terpaku akan dunia yang kamu buat. Aku terperanjat dan masuk terjebak.
 Cinta sayang, kamu mulai masuk dalam hidupku. Hidup baruku. Mari, hendaknya akan pula ku ajarkan hidup bersamaku. Dengan caraku pula tentunya. Mengecap manis sederet list yang tlah aku buat untuk kita coret habis satu-persatu dengan langkah kaki kita. Maukah?
Aku suka menari di atas putihnya pasir pantai yang membentang luas. Maukah kamu menari disana bersamaku? Membawakan tarian hula-hula khas pantai hawai yang mengetarkan pinggul dan pecah dalam tawa setelahnya merangkul hangat tubuhku yang masih dalam gempita sorak sorai.

Aku suka memasak di dapurku yang tidak terlalu besar itu. Sebenarnya aku suka bereksperimen dengan bumbu-bumbu dan bahan dapur lainnya. Maukah kamu melebur bersamaku dalam atmosfer kacau balaunya ruangan itu ketika sedang perang melawan resep-resep hasil ciptaanku sendiri? Dan maukah kamu menjadi orang-orang pertama yang memakan anak-anak buah dari tanganku? Dengan sedikit resiko keracunan yang dapat kau derita setelahnya.

Aku suka menyusuri jalan dengan berjalan kaki. Memakai sendal jepit swallow dengan kacamata hitam bertengger di hidungku. Membasahi baju dengan segenap keringat yang deras bercucuran. Maukah kamu ikut berpanas-panasan bersamaku sambil menikmati olahraga ini? Mungkin bisa kita padukan dengan musik metal atau dangdut untuk mengiringi langkah kaki kita.

Aku suka belajar menghias wajah dan tatanan rambut. Ide gila dalam otakku liar ingin merealisasikannya ke dalam wujud nyata. Maukah kamu menjadi objek untuk menyalurkan bakat terpendam yang sebenarnya tak pernah berhasil ku kuasai ini? Maukah kamu menerima segala bubuk dempul dan warna warni di setiap inci kulit wajahmu? Bahkan hanya untuk membuat aku tertawa melihat hasilnya yang belepotan di wajahmu?

Aku suka pergi ke pasar malam menikmati hingar bingar menyorakkan kegembiraan. Maukah kamu menemaniku menaiki bianglala agar dapat merasakan semilir angin dari jarak beberapa meter diatas tanah? Aku ingin mengabadikan foto kita berdua naik komedi putar sambil tertawa riang. Juga menyuruhmu mendapatkan boneka beruang besar hasil melempar botol-botol di suatu stan permainan. Maukah kamu?

Pun ke taman hiburan, aku suka sekali. Aku ingin menaiki banyak wahana ekstrim bersamamu. Agar bisa ku berlindung dari rasa takut. Berlindung di bawah keberanianmu. Maukah menemani? Aku ingin berteriak hingga mengeluarkan airmata sambil memeluk erat tubuhmu yang terbaca ingin melindungi. Menemukan bahwa ternyata kamu juga tidak terlalu kuat menaiki satu persatu wahana yang menguras tenaga dan suara itu.

Aku suka menulis. Ingin menulis sangat banyak. Maukah kamu menjadi objekku menulis? atau menemani aku menulis sambil memandangi wajah bosanmu yang tidak boleh mengganggu saat aku menulis. Dan ketika aku sudah tidak lagi dapat melanjutkan rangkaian kata yang ku sulap, ajak aku bermain agar ide deras mengalir dalam setiap deraian tawa kita.
aku membiarkanmu masuk dalam hariku, menemani sebagian dari sisa hidupku. Melengkapi sebagian dari diriku yang hilang. Membiarkan rasa nyaman yang menghangatkan menjalari setiap inci sel-sel dalam diri. Menyebabkan kupu-kupu bebas berterbangan dalam perut ini. Ku ajak kau bermain bersamaku. Hingga dapat ku ulang rekam jejak yang ku lewati.

Melewati batas cakrawala kita terbang ke langit ke tujuh. Disana ajak aku singgah sebentar. Aku ingin menjenguk seseorang. Yang menjadi alasan mengapa aku berkecimpung dalam badai yang dahsyat kemarin. Salahkah? Jika ada rindu lain yang terselip dengan sombong dari sela-sela kehangatan kita?
Sekali lagi, salahkah?

penasaran lanjutannya? yok baca selanjutnya di
pahit dalam manis 3 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-3.html
pahit dalam manis 4 > http://ladycharindaa.blogspot.com/2014/06/pahit-dalam-manis-4.html

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang

10 komentar:

  1. Mba tulisannya penuh perasaan banget....

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulisan ini terdiri dari 4 posting. baca 3 postingan lainnya ya :)

      Hapus
  2. oh berkelanjutan toh ini, wajib baja yg lainnya nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya supaya tau akhir ceritanya :)

      Hapus
  3. Sajak sajak patah hati,,, isinya tentang patah hati yang lagi patah hati baca ini semakin patah hati,,,, tanggung jawab -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha bukan gitu. maksudnya supaya yang lagi galau perasaannya terwakilkan oleh tulisan di blog ini :p

      Hapus
  4. harus baca yang lain juga nih.. menyentuh banget :')

    BalasHapus
  5. Saya mau jadi obyek tulis kok. eh? hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleeeh. Silah line ke ladycharindaa kalo mau dibuatin sajak dari kisahnya :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)