Starry Sun

Kamis, 12 Februari 2015

pemungut pecahan rindu

Tuan, tiba-tiba saja wanita pemungut pecahan rindu ini mengingatmu.
Ada begitu banyak rindu yang tidak bisa pulang rupanya. Berkeliling mencari jalan hingga larut malam dan fajar menjelang. Padahal sebenarnya jarak kita tidak terpaut jauh. Hanya saja selarik rindu ingin sampai padamu tanpa harus menatap hitam manik matamu. Sungguh separuh duniaku tanpa disuruh padamu tertuju.
Sendu-sendu yang ku pelihara perlahan menenggelamkanku bersama ribuan pahit dan manis kenangan. Mencintaimu tanpa mengeluh angkuh adalah bagian ternikmat yang ku resapi setiap detiknya. Mencintaimu tanpa sadar adalah bonus terbahagia yang membawaku ke dalam sabana cinta. Penikmat rindu ini sedang menyesap sedikit demi sedikit rasa yang tersisa, hingga hatinya mengkerontang.

Di sudut ruangan yang penuh dengan peluh, ku butuh sambutan peluk. Ada begitu banyak hitam yang menjamah. Detik-detik waktu pun tak lantas menolongku rupanya. Barisan harap menguap begitu saja menjadi sebuah doa. Dimana jalan rindu hendak memaksa tuannya datang? Entah sesiapa akan menolong wanita pemungut pecahan rindu ini.
Nestapa. Rupanya sudah lekat di punggung. Menyedekap dari belakang amat erat menjamah. Tak disisakan lengang barang sedikitpun tuk bernapas lega. Kiranya ku pikul sendiri retakan hati yang membelah-belah ini.

Berlayar. Mengarungi samudera hati yang lautnya mengikis sedikit demi sedikit ego yang memuncak. Rupanya riaknya mampu merendahkan sedikit gelombang yang menggulung-gulung. Batas-batas rindu yang menjadi larik-larik sebuah puitis. Dongeng patah hati ini mempermainkan jutaan energi  yang diciptakan rindu.

Rupanya pecahan kenangan yang tertinggal kala itu, berpeluang besar bersatu. Lantas mengusik nurani lewat bisikan-bisikan halus dari waktu yang tertinggal. Perkara gelap dan sunyi yang melanda ternyata mampu membuat banjir di sisi-sisi wajahku, tuan.

Lewat kenangan yang gagal diusir, selamat datang peradaban patah hati.

----------***----------

kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, puisi ditinggalkan ketika sedang pendekatan,  sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang kenangan, puisi tentang kerinduan masalalu, puisi tentang kenangan masalalu

18 komentar:

  1. Mencintaimu tanpa mengeluh angkuh. :")

    BalasHapus
  2. Suka banget ane sist sama tulisan ente. Keep on good writing yaa ^^

    BalasHapus
  3. Paling suka sama bagian ini nih --> "Mencintaimu tanpa mengeluh angkuh adalah bagian ternikmat yang ku resapi setiap detiknya. Mencintaimu tanpa sadar adalah bonus terbahagia yang membawaku ke dalam sabana cinta. Penikmat rindu ini sedang menyesap sedikit demi sedikit rasa yang tersisa, hingga hatinya mengkerontang." bagus kak tulisan sama rangkuman kata-katanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe terimakasih banyak ya :D jadi motivasi nih hehe

      Hapus
  4. "mencintaimu tanpa mengeluh angkuh..."
    kata-kata masterpiece nih #sedep

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe kayaknya baanyak yang suka kata2 ini :')

      Hapus
  5. Saya suka dalam bagian ini "Di sudut ruangan yang penuh dengan peluh, ku butuh sambutan peluk"

    Tapi sayang, cara penulisannya masih sedikit salah, untuk penulisan "ku butuh" seharusnya "kubutuh" :D

    Kalimatnya banyak yang bagus, Kak. Nice! Semangat!

    http://www.cewealpukat.me/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya? Maaf deh nanti diperiksa lagi untuk selanjutnya. Makasih ya :D

      Hapus
  6. kak kok keren sih? jadi galau nih:') eleeeee :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galau setelah baco tulisan kk? Alhamdulillaaaah wkwkwk :p

      Hapus
  7. pertama berkunjung, keren tulisannya ;)

    BalasHapus
  8. Semoga kau akan baik-baik saja pada dunia yang baru kau singgahi :)

    BalasHapus
  9. untung nggak gagal move on setelah baca tulisan kakak :')

    BalasHapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)