Starry Sun

Senin, 15 Desember 2014

kekasih terbaikku

Lelaki ini
Sosok yang kuat dan berani. Tidak pantang menyerah untuk urusan melindungi aku. Kekasih pertama yang ku miliki. Cinta pertama yang aku rasakan. Lelaki terhebat yang pernah kutemui. Juga lelaki yang tidak pernah membuat aku patah hati.
Aku menyebutnya ayah.


Ayah, sebenarnya aku tidak terlalu suka tumbuh dewasa. Menjadi dewasa ternyata sangat sulit. Tidak seperti yang aku bayangkan dulu, ketika aku masih kecil. Melihatmu dengan sangat gagah menjadi sosok orang dewasa sungguh menjadi dambaan bagiku. Namun sekarang ternyata menjadi dewasa benar-benar tidak menyenangkan.

Ayah, setelah dewasa aku mengerti mengapa dulu ketika aku masih kecil sering sekali kau larang-larang. Dulu aku sebal sekali ketika Ayah lontarkan larangan kepadaku. Tentang aku yang tidak boleh main lebih dari pukul 5 sore. Tentang aku yang tidak boleh main terlalu jauh dari rumah. Tentang aku yang tidak boleh jajan sembarangan. Tentang aku yang harus les 2 kali seminggu. Tentang aku yang harus belajar hampir setiap malam dan diawasi olehmu. Padahal teman-teman sebayaku pada saat itu melakukan semua laranganmu. Dan aku merasa menjadi anak-anak paling menyedihkan saat itu.

Sekarang aku tahu alasan mengapa engkau dulu memperlakukan aku seperti itu, Ayah.
Menginjak sekolah menengah pertama, aku sudah mulai bandel. Pulang tidak tepat waktu. Sering bolos les. Belajar pada malam hari sudah bukan lagi kebiasaanku. Bahkan aku jajan sembarangan dan sudah mulai sering bepergian dengan teman-teman akrabku jauh dari rumah. Tapi aku sangat terpukul ketika melihatmu kecewa dengan nilai di raporku. Ternyata mendapat kelonggaran bukan teman baik bagiku.

Menginjak sekolah menengah atas, aku sudah lebih rajin. Les yang ku ikuti menjadi menyenangkan bagiku. Bahkan aku mengikuti 2 les sekaligus atas permintaanku sendiri. Aku sudah mulai bisa mengontrol hari-hari dimana aku boleh bepergian bersama teman-teman. Bahkan ayah sudah mempercayakan aku untuk pulang malam dan menginap di rumah teman. Saat itu aku sudah dapat menjaga kepercayaanmu. Waktu main dan belajarku sudah bisa ku atur sendiri tanpa harus diawasi olehmu, seperti ketika aku masih kecil.

Saat itu aku juga sudah mengenal lelaki Yah. Ayah pernah bertanya padaku apakah aku memiliki kekasih? dan aku berbohong karena takut. Engkau beri aku wejangan tentang tidak pentingnya memiliki kekasih pada saat masih sekolah. Tentang pergaulan yang tidak semestinya dijalani oleh anak yang masih bau kencur. Tentang pentingnya fokus pada pelajaran di sekolahku.
Aku tahu alasan paling utama mengapa Ayah tidak memperbolehkan aku mengenal lelaki. Karena Ayah tidak mau aku tertarik pada lelaki lain selainmu kan, Yah. Aku tahu Ayah akan cemburu bila aku bicara dengan lelaki yang menurutku menarik. Karena engkau selalu bicara bahwa tidak ada anak lelaki yang baik selama ia masih sekolah.

Sekarang, aku sudah menginjak jenjang pendidikan perguruan tinggi. Di tempat yang baik seperti yang Ayah inginkan. Sama baiknya dengan sekolah-sekolah unggulanku sebelumnya. Aku sudah tumbuh dewasa Yah, dan mungkin sebentar lagi aku sudah bisa benar-benar mandiri setelah aku tamat dari sini dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Umurku sudah 21 tahun, Yah. Dan Ayah masih melarangku untuk mempunyai kekasih. Yah, bagaimanapun juga pada akhirnya putri Ayah yang belum bisa membuat bangga ini akan dipinang oleh lelaki lain. Pada saat itu aku mohon agar Ayah tidak cemburu padanya. Kelak lelaki yang akan meminangku sama baiknya dengan dirimu Yah. Ayah akan tetap menjadi cinta pertamaku. Dan menjadi kekasih terbaik sepanjang masaku.aku juga akan tetap selalu menjadi putri kecil Ayah yang manja.

Yah, aku tidak suka menjadi dewasa. Karena itu membuat Ayah menjadi semakin tua.
Salam hangat dari putri kecilmu

----------***----------

kata kunci : puisi untuk ayah, puisi cantik, kata-kata canti untuk ayah

22 komentar:

  1. keren, salam bwat ayahnya...
    kalu lagi santai , boleh loh mampir ke blog gue. Hehe.. ini post terbaru -> http://t.co/mF3YUL7kJA

    BalasHapus
  2. Semoga nanti ayahnya mengijinka aku untuk meminang mu hehehee :) ^__^, untuk memudahlan yang berkomentar captcha nya di ilangin dong -____-

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha boleh silahkan ke rumah :p
      loh rasanya udah aku ilangin captcha nya .-.

      Hapus
  3. bagus mba, sederhana tapi mengena :)

    BalasHapus
  4. sosok ayah yang baik, :')
    bagaimanapun juga tidak ada orang tua yang mengharapkan sesuatu yang buruk terhadap anaknya. semangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ayahku selalu ingin yg terbaik utkku :)

      Hapus
  5. Teringat ayah. Meski ketika aku SD hingga SMK aku jarang bertemu dengannya aku bersyukur, beliau masih ada untuk menemani :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksimalkanlah waktu sama beliau mumpung masih bs ditemuin :)

      Hapus
  6. nyentuh bener postingannya gan
    asli dah keren bener ....
    salam ya buat papa nya (dak tau yuk mesti manggil apa buat papa ayuk.. ahahah)
    i like this posting

    BalasHapus
  7. "Yah, aku tidak suka menjadi dewasa. Karena itu membuat Ayah menjadi semakin tua"
    kok gini banget sih kata-katanya, aku lumayan deket sama ayahku pas baca kalimat terakhir itu aku pengen nangis jadinya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya gak mau beliau jd tua :(

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)