Starry Sun

Selasa, 23 Desember 2014

Maafkan aku sayang

Sayangku. Malam ini aku tidak bisa tidur. Masih dirundung rindu. Terakhir kita bertemu tidak ada hal spesial yang membuat aku merontokkan sedikit rindu.
Sebenarnya aku ingin mengaku salah. Dalam beberapa minggu ini aku melakukan hal bodoh. Ada banyak lelaki yang mendekati. Kalau dulu sering ku tolak kehadirannya. Tapi sekarang aku persilahkan mengobrol di teras.

Maafkan aku sayang, tapi sungguh aku tidak pernah bermaksud menyakitimu. Mungkin ini sebagai lampiasan kekecewaanku terhadapmu. Yang mungkin sedikit tidak adil bagimu. Iya, sedikit.
Kamu tidak menawarkan aku kebahagiaan, maka dari itu ku cari kebahagiaanku sendiri. Sampai disini semua benar dan adil kan? Bagian tidak adilnya adalah aku mencarinya dari lelaki-lelaki lain.
Iya, maaf. Mungkin itu kesalahan yang besar bagiku.
Sayangku, mungkin ini terdengar bodoh. Tapi bagaimana jika kita berpisah saja? aku sedikit banyak sudah tidak tahan denganmu. Pun kabarmu yang hanya sedikit itu. Bodoh? iya memang.
Bagaimana tidak bodoh jika aku menjalin kasih dengan lelaki yang jaraknya ribuan kilometer dan tidak pernah pulang menjenguk selama bertahun-tahun?

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, puisi ditinggalkan ketika sedang pendekatan,  sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi meminta maaf dengan pasangan, puisi tentang kekecewaan

27 komentar:

  1. kayak bang toyib aja nggak pulang-pulang heheehe

    BalasHapus
  2. Sayang, aku tahu kamu tersika. Aku tahu kamu hanya dapat melihat kerlip di langit malam tanpa dapat kau sentuh. Aku tahu selalu ada butir air bening di pipimu yang ranum, apalagi hanya patah kata yang dapat menjahit rindu yang semakin menganga.

    Sayang, ketahuilah aku pun merasakan hal yang sama. Aku hanya merengek pada malam agar tidurku terdapat senyummu. Ketahuilah sayang keadilan yang kau tuntut membuat bathinku menangis, keadilan yang belum dapat ku curahkan padamu.

    Sayang, sungguh aku pun ingin memberontak pada jarak, namun satu hal yang perlu kau ketaui, mencintaimu adalah sebuah anugerah bagiku. Mencintaimu adalah rasa yang membuat aku mengerti bahwa hidup perlu perjuangan.

    Sayang, katahuilah bahwa keputusanmu ini membuatku seperti menelan pil yang pahit. Aku lemah sayang, aku mengigil, aku ketakutan. Perjuanganku atas namamu haruskah ku sudahi, haruskah aku tidur dengan mimpi buruk ku. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru kali ini nulis langsung dibuatin balesannya sama pembaca. Keren banget pula :')
      Thank you ya urai mursalin :)

      Hapus
    2. busett pembaca nya ini

      Hapus
    3. Iya dibuatin balesannya hehe

      Hapus
  3. tulisan kamu keren-keren deh
    walaupun blog ku juga ga bagus2 amat, ijinkan aku menyarankan untuk sedikit merapikan tampilan blog kamu,,,biar yang baca lebih nyaman hehe

    BalasHapus
  4. eh sudah bagus sih,,,ternyata tadi dia laptop aku yang crash,,,keep blogging

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya makasih ya eda udah baca :)

      Hapus
  5. wah, ceritanyabagus nih. Di tunggu lanjutan cerita berikutnya

    BalasHapus
  6. Waduh, LDR, tobat dah gw LDR, ujung2nya pasti putus deh kebanyakan.. :D

    BalasHapus
  7. Terus Raisa datang bawain lagu LDR #ngayal

    Blogwalking www.perananta.blogspot.com

    BalasHapus
  8. ldr itu emang sangat menyakiti
    tp dari ldr itu lah kita dapat ngetahui bagaimana sikap dari pasangan kita..
    dan dari ldr itu lah kita mengetahui apakah pasangan kita itu setia atau tidaknya kepada kita..
    dan dari ldr juga kita dapat menghargai betapa beartinya waktu yang kita punya

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. soalnya pernah merasakannya yuk
      hahhahha

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)