Starry Sun

Senin, 17 November 2014

tidak pernah menyesal

hari itu. minggu pagi
udara dingin yang menyambangi sela paru-paru terasa menyejukkan.
langkah kaki ber-ritme sama sedikit kencang
bersama dengan ratusan pasang kaki lain tentunya

hari itu. pukul 7 pagi
ada lengan kuat yang memapah diri ini
oleng karena terlalu sibuk melihat mencari sepasang mata yang mungkin ku kenali
tanpa sadar menyandung dan limbung

hari itu. ku pakai baju putih
sedang kaki yang sedikit terkilir
ada lengan yang memapah perempuan pincang ini
sungguh dilematis yang berbuah manis



---***---

sesungguhnya aku tidak pernah menyesal atas pertemuan itu. yang mengantarkan kita pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. bahkan pula mengantarkan kita pada peraduan tawa di setiap malam.
ya, pertemuan atas kebodohanku pada minggu pagi jam 7 itu, mengantarkan kita pada kedekatan dan janji satu sama lain.
atau mungkin janji bodoh yang terlalu dalam ku yakini?

karena mimpi yang ku kira berwarna terang, ternyata kau siram gelap di dalamnya
jenuh membasahi pertemuan yang terlalu kerontang
ada banyak serapah yang tercekat di ujung kerongkongan
ada banyak kekecewaan yang siap meluncur dari ujung lidah
sajak rindu hanya mampu melirihkan telinga

hari itu. pagi itu.
penghantar keajaiban sekilas
namun tak pernah berniat ku sesali
karena setidakpentingnya pertemuan yang membuah manis lagi pekat itu
ada potongan-potongan kisah yang bisa jadikan cerita
walau hanya sebagai penghantar tidur
atau sekedar dongeng mimpi buruk

----------***----------

kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, puisi ditinggalkan ketika sedang pendekatan,  sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang pertemuan dengan seseorang

18 komentar:

  1. sedih saya baca nya mba :'( ,, sukses selalu buat blog nya yaa :)

    BalasHapus
  2. Mendalam... gue suka, ada hal manis dan indah didepan yang sudah menunggu buat apa kita menyesal segala sesuatu yang berlalu. moveee... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru cerita ini indahnya di depan aja :( fiksi kok hehe

      Hapus
  3. kok sedih ya :(((

    semoga ada potongan - potongan kebahagiaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ceritanya emang sedih mbak. Tp ini fiksi :(

      Hapus
  4. abis baca tulisan ini kok hawanya sedih gini ya? -_-

    BalasHapus
  5. hmhmhm cerita dalam banget kak ladycha

    BalasHapus
  6. Baru pertama kali ngunjungin blog ini, kayanya ceritanya galau galau gitu ya hehe

    semangat deh mbak :)

    BalasHapus
  7. Aduh terlalu banyak kegalauan disini, gak kuat saya haha

    BalasHapus
  8. pertama kali baca sangat bingung tak tahu maksudnya, rupanya hanyalah kumpulan sajak sajak fiksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kumpulan sajak-sajak fiksi tapi buatan sendiri :)

      Hapus
  9. terkadang pertemuan di awal yang indah emang selalu berakhir kekecewaan tapi bagaimanapun pertemuan itu telah memberi kebahagian walau hanya sekejap di rasakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pokoknya gak pernah disesali :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)