Starry Sun

Minggu, 13 Juli 2014

Perihal kesetiaan

Cinta itu bukan hanya tentang kesetiaan. Cinta itu pula tentang menghargai perasaan orang lain. Bagaimana bisa kamu menuntut kesetiaan jika kamu sering pergi? Jika kamu sering lari? Jika kamu sering meninggalkan? Ya, cinta tidak pernah sebercanda itu.
Jika kamu menuntut sebuah kesetiaan atas cinta yang kamu beri, maka bercerminlah. Sudahkah kamu memberi sesuatu yang membuatnya mampu bertahan padamu? Karena tidaklah sulit mencari alasan untuk jatuh cinta. Tetapi sangatlah sulit mencari alasan untuk bertahan. Aku hanya mampu bertahan jika kamu ada. Jika kamu ada. Sekali lagi, perihal cinta tidak mudah dan tidak sebercanda ini.

Masih bisakah kamu bicara perihal kesetiaan? Aku rasa kamu terlalu pintar hanya untuk memahaminya. Bukankah kamu sangat dewasa seperti apa yang kamu bicarakan? Bukankah orang dewasa itu memaklumi? Bukankah orang dewasa itu memahami? Bukankah orang dewasa itu tidak egois? Bukankah orang dewasa itu mengerti?

Namun perihal cinta sekali lagi, tidak cukup hanya satu orang dewasa yang bekerja. Bukankah butuh keseimbangan? Bukankah butuh kerjasama? Bukankah butuh saling? Agar satu sama lain merasa terayomi.

Bukankah cinta itu indah? Ya bagi orang yang mengindahkan. Bagi orang yang saling. Bagi orang yang bersama. Bagi orang yang berdua. Namun jika kamu pergi, lari, hilang dan meninggalkan apakah masih indah lagi cinta? Aku rasa orang dewasa mengerti dan memahami.

Atas alasan untuk bertahan. Bukankah sudah pernah ku katakan bahwa bahagia itu sederhana bagi saya? Kamu ada dan mengerti. Kamu ada dan memahami. Kamu ada dan menetap. Ya, bahagia itu kamu ada. Disini. Bertahan jika memang merasa harus. Menetap jika memang merasa ingin. Bukankah mudah untuk membahagiakan aku? Apakah itu terlalu sulit? Bagimu?

Masih beranikah kamu berbicara tentang kesetiaan? aku pikir lebih baik kamu belajar untuk memaknai perasaan seseorang terlebih dahulu. Namun perlulah kamu ketahui sayang, aku masih setia menunggu kamu. Walaupun sebenarnya menunggu itu melelahkan. Aku bertahan bukan karena terpaksa, aku bertahan karena aku mencintaimu. karena aku menyayangimu. Yang aku perlukan hanya kamu memahami perasaanku. Karena jika kamu telah mengerti dan memahami, aku yakin kita akan baik-baik saja.


Dari aku, yang mudah berteori
Namun butuh bimbingan dalam pelaksanaannya
maukah kamu mengajari?

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi cantik, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang, puisi tentang kesetiaan

12 komentar:

  1. Kereen nih. Logic, bener banget :D
    Coba lebih panjang lagi dan agak disusun hehe sorry cuma saran

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih ya sarannya iya emang kurang panjang hehe

      Hapus
  2. Nice...tulisan yang menarik dan bagus. bahwa setia bukan hanya sekedar kata tapi harus ada pengaplikasian di dalam keseharian

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget sama statement nya mbak :)

      Hapus
  3. Ah, kesetiaan.......... sekarang susah cari yg setia #kemudiancurhat --"

    Salam,
    Ijal Fauzi

    BalasHapus
    Balasan
    1. memantaskan untuk disetiain orang dulu aja :)

      Hapus
  4. Setia dan bertahan. Hmm, memang harus ada "saling", biar setianya gak sia-sia dan tetap mampu bertahan semampunya.

    Postingannya manis.hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena yang berbalas tidak akan sia-sia :)

      Hapus
  5. setia udah bertahan meskipun diselingkuhin udah. tapi tetep aja gue dilepas gitu aja :")

    meskipun kita setia ke orang lain, ga menjamin kita bakal dapet kesetiaan yang sama, bener kan? yang penting lakuin yang terbaik aja buat pasangan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percayalah nanti dia akan rindu org kayak kamu :)
      Iya kita baiknya memantaskan diri utk disetiain sebelum menunuut kesetiaan

      Hapus
  6. Setia, setia, dan setia. Setia mengabdi kepada orang tua ajalah dulu, ya.

    Nice post, kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah itu sudah jadi kewajiban dong :D

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)