Starry Sun

Jumat, 19 April 2013

as a prince

aku ragu melihatmu datang ke singgasanaku lagi dengan menjanjikan segenap harapan. tapi tak dapat dipungkiri hatiku bergejolak saat aku melihatnya mulai memasuki taman hatiku. hingga ia mengetuk pintu hatiku beberapa saat kemudian. tanganku sudah memegang gagang pintu merah muda yang dibaliknya terdapat sosokmu sang pangeran. tapi.. kembali, aku ragu.

aku menatapmu dari balik kaca dan menemukan ada tawaran cinta yang dulu pernah ku miliki. mataku berbinar, dan menemukan bahwa ada namaku didalamnya. tapi.. kembali, aku ragu. dulu laki-laki yang berada di balik pintu ini sudah pernah mematahkan segenap jiwa ragaku tanpa ampun, tanpa peduli dan tanpa pamit, ia berlalu.
jadi, mengapa aku harus mempercayainya lagi?

sejak saat itu, ia ku biarkan menunggu di teras.. tanpa pernah ku suguhi pintu yang terbuka. setiap waktu ku intip dari balik kaca buram untuk melihat sosoknya. menemukan bahwa ia masih disana, menunggu dengan wajah yang sama seperti kemarin sudah membuatku sangat bahagia. walaupun aku belum berniat untuk membukakan pintu untuknya.

sepanjang hari aku mendekam di balik kaca buram sambil memainkan ujung-ujung rambutku melihat wajahnya yang terlihat penuh harap ada gerakan dari gagang pintu. sejenak ku coba tuk berfikir dan menguatkan tekad untuk ku coba hilangkan perasaan ragu. ku elus pelan gagang pintu hatiku hingga mengeluarkan nada seirama. sang pangeran mendengarnya dan berdiri tegak menyodorkan cinta di atas telapak tangannya. tuas ku tarik, senyumnya mengembang, hatiku berdebar dan blam! pintu itu bergerak kuat atas doronganku. ya, ku dorong lagi karena aku ragu dan tak berpendirian. sosok di balik pintu tersebut bungkam dan menundukkan kepala, sedangkan aku tersungkur menyender sambil menahan isak di baliknya.

sang pangeran terpaku dan menunggu lagi.

sepanjang hari ia berdiri dibalik pintu ini dengan segenggam cinta yang ia janjikan. menunggu dengan sabar dan berpeluh. sedangkan aku sepanjang hari bermandikan keraguan dengan tangan tak berpindah dari gagang itu dan wajah yang mengintip dari balik kaca buram untuk memastikan sang pangeran masih menunggu disana bersama sesuatu yang dijanjikannya

ini berulang-ulang. begini dan tak berubah. aku sendiri lelah dengan ini. hingga akhirnya sang pangeran tidak lagi menyodorkan tangannya ke arah depan, ke arah pintu
ia lelah, ia tidak sanggup untuk berdiri lagi menunggu fajar-fajar berikutnya. ia sudah tidak sanggup lagi menggenggam bara cinta dengan erat. ia sudah tidak sanggup lagi menunggu pintu yang tertutup untuk dibuka
aku takut. aku tidak bisa membukakan pintu itu, tapi aku tidak ingin ia pergi. apa yang aku pikirkan ini, aku egois dan aku tau itu.

pangeran lelah, ia sudah tidak sanggup lagi. dan aku mulai ketakutan. ia maju selangkah dan mengetuk pintu yang gagangnya ku peluk erat. tak ada tanda -tanda akan dibukakan. ia ketuk sekali lagi dengan ketukan lemah. akhirnya mataku meleleh. aku ragu..
ku tarik tuasnya sedikit dan pangeran berseri. namun ku dorong dengan cepat pintu tersebut dibarengi dengan airmata yang menganaksungai. aku bodoh! apa yang aku takutkan sebenarnya? aku bodoh!

ada cahaya dari sudut mata pangeran yang berasal dari airmatanya, diusapnya dan ia pun berbalik arah. pangeran menyerah. ia genggam erat cintanya dan berjalan mundur. ia lelah dan meninggalkan teras.
aku tidak mau ia pergi! aku ingin ia tetap tinggal. aku ingin ia tetap menunggu. aku takut. aku bodoh. aku egois.

ku buka pintu itu dengan sisa tenagaku dengan berkekuatan airmata. aku tidak ingin ia pergi. pangeran berbalik badan dan terkejut karena aku memeluknya dengan sigap. aku menawarkan airmata dan ia memberiku cinta.
pangeran, maafkan aku telah membiarkanmu di teras terlalu lama. aku tidak ingin kau pergi.


kepada kamu, sang pangeran

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang

11 komentar:

  1. bguss.. lumayanlahh..
    mampir ya.. saapa tau bisa menghibur..

    BalasHapus
  2. aku menawarkan airmata dan ia memberiku cinta.
    manis sekali pernyataannya :)

    BalasHapus
  3. mantap nih kata2nya bagai pujangga dibelah duaa ehh

    BalasHapus
  4. Keren mbak, buat yang lebih banyak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya yg lebih banyaknya fikri? :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)