Starry Sun

Kamis, 28 Maret 2013

hei dear

hai dear, apa kabarmu? aku harap kamu baik-baik saja. ntahlah, tiba-tiba aku mengingatmu, mungkin aku merindukanmu. apalagi setelah kita lama tak jumpa. bagaimana kehidupan percintaanmu? masih dengan dirinya? atau punya kekasih baru? apapun itu, aku harap kamu bahagia menjalaninya.

tentangku? yah, begini-begini saja tidak ada yang berubah. masih sendiri dan masih mencintaimu. aku juga tidak tahu apa penyebabnya, padahal kita sudah tidak menghabiskan waktu bersama, juga tidak menghabiskan percakapan sepanjang malam. mungkin ini serpihan-serpihan kenangan yang tersimpan dan membentuk fosil kecil di lorong merah jambuku. sehingga aku masih merasakan sedikit atmosfer kita dulu.

hei dear, aku ingin bertanya. atau mungkin sedikit bermostalgia. ini pertanyaan yang sudah lama ingin aku lontarkan, tapi tidak cukup keberanian. mungkin sekarang waktu yang tepat, disaat kamu tidak mungkin melihat pipiku yang bersemu. oke, bagaimana caranya kamu tidak memiliki perasaan padaku padahal kita menghabiskan waktu yang cukup banyak dan membuat beberapa kebiasaan? bukankah cinta berawal dari kebiasaan? lihat aku, aku terjebak dalam perasaan 'aku mencintaimu' bahkan hingga kita tak punya cukup kebiasaan untuk membuat taman hatiku tetap berbunga. lantas, mengapa kau malah bisa mencintai orang lain? apa aku kecolongan? kecolongan hati yang sebenarnya tidak semestinya berada dalam labirin dengan termenung menunggu kembalinya hati dengan sukses membawa hatimu pulang.

hei dear, apa kabarnya dia? wanita yang dulu sempat membuatku iri dan hancur sekaligus harus ku temani karena dia adalah kekasihmu. apa dia masih bersamamu? aku harap ia, karena aku tak sanggup untuk melihatmu bergandeng dengan wanita lain dan harus hancur untuk kedua kali karena kau menemukan orang baru tanpa pernah menyadariku.

apa dia masih tetap mencintaimu? apa dia masih menggandeng erat lenganmu? atau dia sudah melonggarkan lingkarannya? jika dia sudah tidak lagi seperti dulu, maka datanglah padaku. akan ku bersihkan lukamu, dan ku rawat dengan kasih sayang hingga perbannya menyembuhkanmu. jika kamu sudah siap, kamu boleh pergi. karena aku adalah rumahmu, aku sanggup menjalani itu. bukan, bukan karena aku bodoh. tapi karena aku mencintaimu.

hei dear, aku hanya ingin menitipkan kenangan kita. karena aku sudah lelah memikulnya. karena aku sudah tak sanggup lagi menahannya tanpa berbalas. karena aku terlalu rapuh tuk menghadapinya. ku masukkan kenangan itu ke dalam kotak musik suara hatiku. tolongsimpan dengan baik. karena suatu saat nanti jika aku tlah siap untuk berdiri menghampirimu, maka aku akan mengajakmu membuka kotak itu dan menikmati replika masalalu kita.


tertanda dari aku yang ingin membayang sejenak

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang

11 komentar:

  1. jadi ini adalah curhatan kamu? aduh,,, gue nyiapin tissue dulu deh baru baca :) salam kenal..jombloabsurd

    BalasHapus
  2. aduh, dear ini jadi bikin ikutan galau :3

    BalasHapus
  3. I know what you feel >.< semangat led! >.<P

    BalasHapus
  4. Udah lama nggak baca tulisan blog ini, pas liat langsung pengen baca terus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe makasih ya fikri udah mampir :D

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Hampir. hanya saja entah dia seperti itu atau
    telah benar2 melepaskanku saat aku mencoba
    menemukannya..

    BalasHapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)