Starry Sun

Minggu, 21 Juni 2015

dua tahun setelah kepergianmu

Ini adalah cerita bersambung loh. Yuk baca sebelumnya disini satu setengah tahun setelah kepergianmu

----------***----------

Tuan, apa kabar?
Lama sekali tak ku pantau keadaanmu. Terakhir, setengah tahun yang lalu. Ketika aku menulis surat untukmu. Hingga saat ini, tak pernah lagi aku dengan sengaja mencari keberadaanmu seperti awal-kau kamu meninggalkanku. Karena sepertinya, paling pantas adalah aku tak menoleh lagi. Kenapa kali ini aku menulis untukmu? Tetiba, aku mendengar namamu.

Kata seseorang, kamu sekarang sedang sendiri. Benar-benar sendiri dari sejak terakhir ku dengar kabarmu sedang sendiri setengah tahun yang lalu. Kenapa, tuan? Lelah berkelana? Bukankah itu adalah hobi terbaikmu yang sulit hilang ketika sedang menjalin hubungan denganku dulu? Lantas sekarang kamu tinggalkan? Taubatkah? Ah baru juga setengah tahun, belum terlalu lama untuk menjadi seorang playboy insyaf.

Tapi, tuan. aku pun sekarang masih sendiri. Tidak berusaha membuka hati pada orang lain. Tak berbeda dengan setngah tahun tanpu, satu tahun tanpamu dan satu setengah tahun tanpamu. Bahkan sekarang setelah dua tahun tanpamu, aku masih memilih sendiri. Walaupun kata teman-temanku ada banyak lelaki yang mendekatiku, aku tak pernah menyadarinya dan memilih untuk tak menghiraukannya. Bukan karena aku sadis dan cuek, melainkan aku masih terjebak padamu. Aku terjebak "melupakanmu" yang malah membuat kamu selalu hadir dalam detik-detik di hidupku. Bahkan dalam gelap tidurku.

Ini kesepian yang paling sunyi yang aku rasakan, tuan. Rupanya tak terasa sudah dua tahun sejak kepergianmu. Tak ada ide barang sedikitpun yang ku jadikan alasan kenapa merindukanmu sangat dahsyat bagiku. Rupanya menggalauimu membutuhkan waktu lebih lama daripada mencintaimu. Hingga ribuan aksara sudah ku ciptakan untuk mewakili betapa sulitnya berdiri tegar sendirian dikala ombak masalalu menerjang. Aku merindukanmu tanpa menghitung usia. Hingga aku tak sanggup lagi menghitung jumlah hari-hari yang ku habiskan untuk melakukannya. Menunggumu kembali.

Tapi, tuan. Akhir-akhir ini aku sedikit peka. Sepertinya ada seorang lelaki yang mendekatiku sekarang. Tak peduli ia lebih tampan darimu atau tidak, tak peduli ia lebih baik darimu atau tidak, dan tak pula aku peduli dia lebih menarik darimu atau tidak. Hanya saja, akhir-akhir ini aku merasa dispesialkan. Bukan seperti lelaki pada umumnya yang memberi seorang wanita sebuah bunga atau cokelat dan bahkan mengajak kencan. Ia sedikit berbeda.

Tapi, tuan. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Padahal biasanya, lelaki lain yang mendekat pun tak pernah ku toleh wajahnya. Mungkin sekarang duka atas luka yang ku dekap erat itu tak lagi menyebabkan darah mengalir. Atau mungkin, aku hanya merindukan sesosok sepertimu lagi tuan?

Penasaran dengan kelanjutannya? Yuk baca selanjutnya disini dua setengah tahun setelah kepergianmu

----------***----------

 kata kunci : sajak bersambung, cerita bersambung, kehilangan seseorang bertahun-tahun, cerita patah hati, puisi patah hati, cerita tentang kehilangan, susah move on.

4 komentar:

  1. Cinta yang begitu kuat juga memerlukan kekuatan yang kuat pula untuk melupakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi semua bisa dilakukan kok :)

      Hapus
  2. Semoga kenangan yang pernah ada cepat berlalu ya, kak. Dan lelaki baru itu kembali menghidupkan rasa yang pernah mati dalam beberapa waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita liat akhir ceritanya di post selanjutnya ya :)

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)