Starry Sun

Minggu, 03 Agustus 2014

Perasaan yang berulang

Hampa
Hanya itu yang dapat mewakili atmosfer hidup yang mengaliri aku saat ini. Sudah sejak lama aku dan kamu berjalan dalam garis yang berbeda, sejak tajamnya kerikil tapakan kisah mengalahkan kita yang ambruk roboh.
Fragmen-fragmen memori membanjiri kalbuku, bergema menelisik telinga. Jantung ini menggebu-gebu menelurkan bulir rindu yang tak berkesudahan hingga melahirkan aliran deras yang lambat laun basuhannya menghapus luka lama kita yang memilukan.

Dalam waktu yang bersambut malam menjemput pagi, aku larut dalam mimpi-mimpi yang dulu berhasil mematri cinta dalam cengkeraman relung kalbu. Namun dulu jajakan janji yang kamu tawarkan dengan sangat manis, menimbulkan genangan tangis di tiap tengah malam tiba. Kamu sendiri yang merobek janji-janji itu hingga aku bertemu ragu

Siang itu, satu minggu yang lalu. Saat aku sedang menata hati dan hampir berhasil. Mata kita bertemu tatap, saling diam. Menyorot hingga dalam. Saling menemukan bahwa masih ada sisa-sisa rindu yang menantang lalu mengembang. Atas uluran tangan yang menimbulkan jabatan singkat selama 3 detik yang terasa hangat dan lama, sungguh dapat sirnakan muram yang menggelayuti raut hati hingga geliat resah bayangmu yang semu. Rindu itu sedikit berpulang pada pemiliknya.
Terbata-bata aku mengatur salam pembuka setelah jabatan tangan yang menjalari hangat ke seluruh tubuh. ntah darimana keajaiban datang dengan cara yang tak pernah ku duga. Kamu pemilik mata almond cokelat yang tak luput dari kotak kenanganku. Saat itu jua rol memori memutar dengan tidak tahu dirinya.

Rasanya ingin saja aku menghambur dalam pelukanmu yang hangat sambil melontarkan pertanyaan-pertanyaan bodoh perihal kepergianmu yang tanpa pamit dulu. Tentang bagaimana mendung tlah mewarnai semestaku. tentang bagaimana caranya untuk ku jenguk segenap hatiku yang kamu bawa lari? tentang tangisan setiap malam sejak dari kamu mematahkan hatiku hingga malam tadi. Ada banyak perihal yang butuh penjelasan darimu.

Namun
Sekali lagi, kamu pergi. Jabatan tangan, tatapan mata, dan basa-basi percakapan hari itu hanya sebatas itu. Tak lebih. Tak ada tanda-tanda kamu tertarik ingin kembali. Pertemuan yang setiap detik menjadi ajang curi lirik bagiku itu hanya menjejalkan perasaan hingga sesak membawa petaka. Rentan akan rindu yang memadu pilu datang.

Malam itu jua, dalam ringkukan kaki di sudut kamar. Aku menyesap pahitnya sakit ditikam  rindu yang semakin meraja. Bayangmu makin semu menepi dalam muara tak pasti. Jelas aku menunggumu tanpa jeda, jelas pula aku tak berarti apa-apa bagimu. Dengan latar hujan yang menirai, separuh hati yang masih tertinggal sedang gulana meratapi separuh hati yang tak kunjung kembali. Sekali lagi, kemana rindu ini akan pulang? cahaya hati yang temaram butuh pencerahan untuk menciptakan musim semi lagi. Agar kupu-kupu yang terlanjur pingsan dalam perutku kembali terbang dengan riang.

Bisikan-bisikan melayang-layang di rongga otak. Berkoar-koar melafazkan kebodohan menunggumu tanpa gusar. Serta rentangan pelukanmu yang tak kunjung melebar. Deretan kata itu berusaha membangunkan aku dari ketidakhentian merindukan sosok yang membelokkan kemudi layarnya tidak ke arahku.

Dentingan jam membuyarkan lamunanku. malam semakin larut untuk sekedar meratap jemu. Dongeng patah hati yang diceritakan malam ini sudah cukup membasuh airmata. Mohon datang ke mimpiku malam ini, wahai kamu yang selalu menjadi alasan aku mengoleksi rindu. Sebab rindu yang membuncah ini butuh tempat untuk berbagi, walaupun sekedar dalam mimpi

----------***----------

kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang dari masalalu

20 komentar:

  1. Cinta lama ga kelar" nih kayaknya :D

    BalasHapus
  2. bagus kata-katanya :') ''Bisikan-bisikan melayang-layang di rongga otak. Berkoar-koar melafazkan kebodohan menunggumu tanpa gusar''

    BalasHapus
  3. Diksinya berhasil menyihirku kak. :)

    BalasHapus
  4. kata kata nya romantis dan puitis mba , cocok buat anak muda yang lagi kasmaran :)
    salam balik ya mba ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih adam tp ini blog patah hati hehe :D salam balik jugaa

      Hapus
  5. bagus kata-kayanya.. izin baca yang laen dulu ya. :D
    mampir juga ya kalo sempet~ >> http://rizqikautsar.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget hehe nanti dimampirin

      Hapus
  6. kata-katanya bagus banget mbak,puitis sekali :)

    BalasHapus
  7. Intinya, belum bisa move on yak? Hmmm...semangat move on. Yeah ^_____V

    Kayak sendirinya udah move on aja-,-"

    BalasHapus
  8. hahaha... Tersentak kagum ketika membaca judul blog ini.. Kalau setiap kali pemilik blog patah hati langsung menulis maka aku bisa bayangkan seberapa banyak puing puing hatiny sekarng.. :D XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe alhamdulillah blog ini fiksi sama cerita-cerita orang lain :D walaupun ada yang sedikit punya gue sendiri sih hehe

      Hapus
    2. penulis malu untuk ngaku cerita sendiri :D

      Hapus
    3. Gak kok :p ada yang cerita aku sendiri. Tapi gak banyak hehe

      Hapus
  9. Perjalanan perasaan tdk pernah usai ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalo yang punya perjalanan bolak balik mulu hehe

      Hapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)