Starry Sun

Kamis, 17 April 2014

Pemilik hati yang baru

Halo pemuda dengan janggut tipis yang katamu membuat makin macho. Selamat datang dalam hati yang baru saja saya perbaiki dengan  teramat sulit. Isinya masih kosong. Baru saya buka kembali kiranya. Untukmu rupanya hati ini tertambat.
 Maaf ya sedikit berdebu. Karena  sudah lama tidak dihuni dan dirawat oleh pemiliknya. Saya sendiri melarang orang-orang untuk masuk. Bukan, bukan karena saya sombong tidak memperbolehkan orang bertamu dalam renyahnya tawa. Tapi saya ajak mereka mengobrol di teras saja dan ternyata mereka tidak patut untuk mengotori hati saya jadi saya suruh mereka pergi.

Dan ternyata kamu, seseorang dengan sepatu tracking yang menurut saya menyeramkan, dengan menyulut sebatang rokok datang ingin bertamu. Saya tentu saja tidak menyukaimu. Apalagi ketika kamu meminta saya menyuguhkan mie instan double dengan telur dan secangkir kopi hitam yang pahit. Ah setelah habis akan ku usir kamu dengan paksa. Dasar pemuda sok lucu dengan gitar yang disampirkan di punggung.

Dengan lancangnya kamu memainkan gitar itu bersahut suara yang dihasilkan pita dalam tenggorokanmu. Aku terkesima. Kamu mempesona juga ternyata wahai pemuda bermata kecil yang tidak mempunyai kelopak. Pintarnya jari jemari memetik senar membuat saya tersenyum dalam merahnya muka karena lirik yang dilantunkan tentang saya rupanya.

Kamu tidak datang hanya sekali, berkali-kali. Tapi tidak lagi meminta dibuatkan mie instan dan kopi hitam juga menyulut rokok. Karena saya memintamu tidak dan kamu laksanakan. Akhirnya, saya jatuh hati pula. Kamu menyenangkan dan menarik saya dengan magis dalam duniamu
Kamu, pujangga yang ikut-ikutan menulis karena saya. Yang mengurangi konsumsi tak sehat karena saya, yang menemui saya setiap malam dalam pesawat telpon, yang menawarkan cinta dengan sederhana. Sesederhana saya bisa jatuh hati dengan perlakuan-perlakuan manismu.

Terimakasih karena sudah menunggu, walaupun hanya sebentar karena kamu memaksa masuk dengan cepat dalam hati saya (hehe). Membersihkan debu-debu yang mengotorinya dan menata cantik ruangan tempatmu akan tinggal. Tolong jangan diporak-porandakan, karena biaya untuk memperbaikinya tidak ternilai dan memakan waktu yang lama.
Wahai pemilik hati yang baru, jaga saja tempatmu karena pun kan ku jaga hatimu.

Untukmu, pemuda tak berkelopak mata pemilik hati yang baru
Dari seorang puteri pemilik hati yang sering kamu panggil pesek
Selamat bertemu dalam mimpi malam ini

----------***----------

 kata kunci : kata-kata cantik, puisi tentang menunggu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang jatuh cinta, puisitentang kebahagiaan

10 komentar:

  1. adudu.. kalian so swit sekali :)

    BalasHapus
  2. andaikan si doi seperti kakak2
    romantis banget :) long last ya kakak
    semoga hatinya tetap tertata rapi dengan penguhuni yang baru ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat kamu juga semoga hatinya tetap tertata rapi :)

      Hapus
  3. wihiii kalian sama-sama manis :)

    BalasHapus
  4. Haha ini , aku hanya bernostalgia ,jgn di khawatirkan perihal hub mu

    BalasHapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)