Starry Sun

Jumat, 19 Juli 2013

kepada kamu

kepada kamu.


kepada kamu yang berhasil menjamah hatiku, di setiap aliran darahku melantunkan lafal namamu dengan sangat fasih
kepada kamu penyebab kupu-kupu terbang di perutku, ku tulis sebait puisi untukmu. pulanglah dan ambil, kemudian menetaplah di hatiku
kepada kamu yang ku sebut di sujudku, heningnya malam syahdu membawa temaram terlihat benderang. adakah kamu?
kepada kamu yang hadir di setiap mimpi. jangan datang disini, datanglah esok pagi karena mentari kan berikanmu energi tuk takjubkanku
kepada kamu sang pemilik hati, aku pancarkan sinyal kerinduan. adakah sampai pada singgahanmu?
kepada kamu yang tidak berkabar, ku titipkan secarik kertas pada merpati terbang berisikan barisan barisan rindu yang tak berbalas
kepada kamu sang penyebab degupan tak berirama, bulan sabit mencerminkan indah matamu yang tlah lama tak tampak
kepada kamu alasanku berdiri menentang badai, tak ada alasanku tuk berpaling maka menetaplah
kepada kamu tempatku berlabuh, dinginnya angin laut tak menyurutkan langkahku membelah samudra tuk sampai pada pijakanmu
kepada kamu penyebab hembusan nafasku, terlelaplah di pundakku kan ku buat kau melangkah ke mimpiku
kepada kamu si pemilik senyuman manis, panorama di ufuk barat sungguh menjadi impian untuk kupandang bersamamu
kepada kamu pemanis hidupku, rintihan malam sepanjang detak jantungku berdegup sudikah kamu datang menenangkanku
kepada kamu si penunggu hatiku, temani aku dalam setiap langkah goyahku. aku tak mau melangkah sendiri
kepada kamu yang menyimpan pesona, hebatnya ingatanku terhadapmu dahsyat dampaknya. kamu indah tak terkalahkan
kepada kamu teman bermimpi, tak seharusnya mentari terbit memotong kisah kita. keluarlah dan nyatalah untuk kupandang
kepada kamu penghuni langit-langit kamarku, tak ada yang lebih membuat nyaman selain melihatmu saat ku membuka mata
kepada kamu si pengganti kerlap-kerlip langit, mendung tak urung pancarkan sinarmu yang menjadi peneman sebelumku terlelap
kepada kamu yang aku cinta, aku memohon untuk kau balas bulir-bulir deras perasaan ini

----------***----------

 kata kunci : sajak-sajak patah hati, kata-kata cantik, sajak-sajak kehilangan, sajak-sajak ditinggalkan orang, sajak-sajak masalalu, puisi tentang menunggu, sajak-sajak galau, puisi tentang kehilangan seseorang, sajak-sajak sedih, puisi tentang patah hati, puisi tentang ditinggalkan seseorang, puisi tentang masalalu, sajak-sajak masalalu, puisi cantik, puisi tentang melupakan masalalu, puisi tentang kekecewaan, puisi tentang penyesalan, puisi tentang merindukan seseorang, puisi tentang meninggalkan orang

6 komentar:

  1. ini puisi/sajak gitu ya?

    bagus.. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak kevin : makasih udah mau baca hehe :3

      Hapus
  2. Kata2nya bagus. Klo ada waktu, main y k blog aq di http://rimutho.blogspot.com atau follow twitter aq d @RiMuTho3. Tq

    BalasHapus

penulis sangat membutuhkan kritik, saran serta semangat :)